"teringat disaat kita tertawa bersama..ceritakan semua tentang kita"
sepenggal lirik lagu yang mengingatkan 2 minggu bersama mereka....
yang tak terlupakan.........
"ada cerita tentang aq dan kalian...saat kita bersama saat dulu kala........
Di masyarakat Jawa pada khususnya, budaya paternalistic masih sangat dominan. Budaya seperti ini, menurut hemat saya, dikarenakan adanya budaya “priyayi” yang merupakan turunan dari masyarakat Jawa jaman dulu. Dalam masyarakat berkultur “priyayi”, ada istilah “sopo ira, sopo ingsun” untuk membatasi ruang gerak seseorang atas orang lain berdasarkan status social kemasyarakatannya. Jika seorang priyayi melakukan sesuatu kepada seseorang yang berstatus social di bawahnya, belum tentu seseorang dengan status social rendah dapat melakukan hal serupa kepada orang dengan status social di atasnya. Dalam piramida status social, priyayi berada di puncaknya.
Karena berada di puncak piramida itulah seorang priyayi haruslah seseorang yang memiliki budi pekerti yang luhur. Setiap gerak – geriknya jangan sampai merusak martabatnya di hadapan orang lain. Saya teringat cerita seorang teman guru senior yang dulu bersekolah di SPG (Sekolah Pendidikan Guru). Kata beliau, beliau pernah ditampar oleh seorang guru SPG-nya hanya karena menjadikan kakinya yang berpijak pada pagar sebagai tumpuan sepeda agar ia bisa mengobrol dengan temannya dari atas sepedanya itu.
Guru, pada jaman itu, biasanya adalah orang – orang dari kalangan priyayi ini. Maka, bukan hanya di lingkungan masyarakat seorang guru itu “kajen” (dihormati) melainkan juga di ruang – ruang kelas. Kondisi ini terus terjadi secara turun – temurun meskipun jaman terus berubah
Ekstrimnya, kondisi ini kemudian melahirkan suatu pemahaman bahwa guru itu banyak tahu. Orang yang paling banyak tahu. Sedangkan murid adalah mereka yang tidak tahu apa – apa. Guru adalah pengisi sedang siswa adalah yang diisi. Dan yang paling parah: apapun yang dikatakan guru, pastilah benar.
Namun, ketika teknologi mempermudah pemindahan informasi dari satu tempat ke tempat yang lain, masih relevankah pemahaman ini? Saya rasa tidak. Bahkan jika seorang guru tidak berupaya untuk menyesuaikan diri dengan jaman, ia bisa jadi kalah pandai dibandingkan murid – muridnya. Banyak guru yang belum bisa mengetik menggunakan office di saat siswa – siswanya telah asyik ber-facebook dan ber-yahoo messenger-an.
Karena itulah memang sudah saatnya untuk mengubah paradigma pendidikan kita. Memperlakukan murid sebagai manusia yang paling tidak bermutu dan membutuhkan seseorang yang paling bermutu (guru) untuk membimbingnya, sudah kadaluarsa. Membanjirnya informasi membuat siswa – siswa kita tidak lagi sepatuh murid – murid jaman dulu. Dulu, guru memukul siswa untuk mendisiplinkannya bukanlah sesuatu yang aneh. Namun sekarang, sang guru bisa diperkarakan.
Selalu mencoba untuk dapat mengejar laju perkembangan teknologi memang harus dilakukan guru. Akan tetapi, meskipun guru tetap lebih tahu daripada murid – muridnya, system pendidikan yang berpusat pada guru sudah tidak layak lagi berlaku.
| Benda Hitam Memiliki Waktu Hidup Lebih Lama | untuk |
Penelitian baru dari Niels Bohr Institute memberi informasi baru yang menambah satu bagian pengetahuan mengenai misteri gelap di angkasa yaitu benda hitam. Penelitian ini dipublikasikan pada jurnal sains Physical Review Letters.
Jagad raya tidak hanya terdiri dari benda langit yang terlihat seperti bintang, planet dan galaksi tapi juga memiliki hal misterius seperti benda hitam. Astronom telah dapat mengukur bahwa benda hitam mempunyai jumlah besar namun tidak ada yang tahu karena tak pernah terlihat. Benda ini tidak memancarkan atau memantulkan cahaya, tidak terlihat, dan merupakan sebuah misteri sehingga para peneliti memiliki banyak teori.
Benda hitam telah membuat pusing peneliti sejak terdeteksi pada dekade 1970-an, dan menyebabkan penelitian intensif pada fenomena tersebut. Benda ini tak terlihat tapi memiliki massa sehingga gaya gravitasinya dapat diukur. Dengan menganalisa galaksi, dapat diukur berat benda hitam yang ternyata merupakan benda dengan massa kolektif terbesar di galaksi.
Seperti bintang yang banyak terdapat di galaksi. Galaksi juga berkelompok bahkan jumlahnya dapat mencapai ribuan. Peneliti fisika astronomi Signe Riemer-Sørensen, PhD dari Niels Bohr Institute, telah menganalisa dua kelompok galaksi yang bertabrakan.
Kelompok galaksi yang bertabrakan dianalisa
Ketika dua kelompok galaksi bertemu baik galaksi maupun benda hitam sebenarnya tidak bertabrakan. Tetapi sekitar 12 persen massa kelompok galaksi adalah awan besar dari gas dan debu . Nah awan inilah yang bertabrakan. Awan gas ini panas dan mengeluarkan sinar-x yang dapat diamati, sehingga dapat dilihat proses pendorongan keluar awan dari kelompok galaksi ketika bertabrakan. Ketika awan bertabrakan awan itu semakin panas dan mengeluarkan sinar-x lebih banyak sehingga menghasilkan gas.
Pengamatan menunjukkan bahwa benda hitam mungkin adalah jenis partikel baru yang belum terdeteksi. Beberapa dugaan mengatakan benda hitam merupakan partikel yang memancarkan sinar-x ketika meluruh. Salah satunya adalah axions, yaitu partikel yang dalam teorinya memiliki dimensi ekstra. Jadi untuk melihat sinar-x benda gelap, peneliti mencari lokasi dimana terdapat konsentrasi benda hitam tinggi tetapi tidak ada gas. Kondisi ini dipenuhi pada dua kelompok galaksi yang bertabrakan dimana awan gasnya telah didorong keluar.
Signe Riemer-Sørensen telah menganalisa satu kelompok galaksi yang bertabrakan. Analisa menunjukkan bahwa kelompok tersebut sangat berat dan memiliki banyak galaksi. Pengukuran gravitasi menunjukkan terdapat benda hitam sekitar 85 persen dari massa kolektifnya, namun tidak ada sinar-x apapun yang terukur.
Ketika benda hitam tidak memancarkan sinar-x secara signifikan maka mungkin untuk menghitung batas atas kecepatan peluruhan dan waktu hidup partikel. Hasilnya jika axion adalah benda hitam maka waktu hidupnya melebihi 3.000.000 milyar tahun. Jika dugaan ini benar maka hanya sedikit benda hitam yang meluruh jika ia terbentuk 13.7 milyar tahun lalu. Kesimpulannya adalah benda hitam memiliki waktu hidup yang sangat sangat sangat lama.
Masalah-masalah kita adalah buatan manusia, maka dari itu, dapat diatasi oleh manusia. Tidak ada masalah dalam takdir manusia yang tidak terjangkau oleh manusia.
Our problems are man-made, therefore they may be solved by man. No problem of human destiny is beyond human beings.Hanya seorang yang pemarah yang bisa betul-betul bersabar. Seseorang yang tidak bisa merasa marah tidak bisa disebut penyabar, karena dia hanya tidak bisa marah. Sedangkan seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar. Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu sulit, Anda sangat tepat, karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.
~ Mario Teguh