Laman

Selasa, 09 November 2010


"teringat disaat kita tertawa bersama..ceritakan semua tentang kita"
sepenggal lirik lagu yang mengingatkan 2 minggu bersama mereka....
yang tak terlupakan.........
"ada cerita tentang aq dan kalian...saat kita bersama saat dulu kala........

Sabtu, 06 November 2010


iseng ng ada di bikin...lg take a rest........!!!!mending editing...wkwkwkw
"mg smua ilmu yg kalian dapatkan bs bermanfaat bg bangsa dan negara...."cayooo angk.III & IV

malam ramah tamah prajabatan golongan III angk.III & IV hari minggu 5 nov 2010
dilanjutkan penutupan prajabatan gol II dan III harti senin 6 nov 2010 pukul 09.00

Kamis, 02 September 2010

Linkin Park - The Catalyst

God bless us everyone
We're a broken people living under loaded gun
And it can't be outfought
And it can't be outdone
It can't be outmatched
It can't be outrun
No! (cheer)

And when I close my eyes tonight
To symphonies of blinding light
(God bless us everyone
We're a broken people living under loaded gun)
Oh! (Cheer)
Like memories in cold decay
Transmissions echoing away
Far from the world of you and I
Where oceans bleed into the sky

Kamis, 19 Agustus 2010

POHON PISANG

Pohon Pisang memiliki karakteristik selalu hidup merumpun dan berumpun. Ia tidak perna tumbuh sebatang sendiri. Kenyataan ini diterjemahkan sebagai keteguhan dalam persatuan & konsistensi dalam kebersamaan. Bersatu dalam kebersamaan bukan berarti bersikap reaktif jika menghadapi desakan kegawatan dan mengatasi suatu permasalahan, tetapi kebersamaan sepanjang masa, berkesinambungan dari generasi kegenerasi. Sebelum layu dan mati pohon pisang lebih dahulu memproses kehidupan anak turunannya, yang bermunculan di sekitarnya. Ini jauh terjadi sebelum batang induk layu dan mati. Pohon pisang yang belum berbuah akan tetap bersemi walau di pancung sekalipun.
Kenyataan ini diterjemahkan unsur tabiaat kesinambungan regenerasi. Misi generasi ini disandang dengan ketaatan yang nyaris mutlak. Tiada surut ke masa lampau sebelum berubah dan menyiapkan anak penggantinya. Pohon pisangpun mampu berintraksi secara sosial dan ekologis dengan lingkungan sekitar. Intraksi ini dibangun di atas landasan semangat timbal balik yang saling menguntungkan. Kenyataan pohon pisang tetap bermanfaat bagi manusia, makhluk lainnya dan bagi alam sekitar. daunnya bisa dipakai payung dikala hujan dan bisa juga dipakai untuk bungkus makanan.
Jika diamati dan diambil teladan dari proses kehidupannya, maka ihktibar ini akan mampu membentuk insan pemikir, pejuang dan orang sukses.
Ada beberapa ciri orang sukses;
1. Taat pada misi yang disandang, bertanggung jwab, dan mengamalkan tanggungjawabnya secara berjenjang.
2. Berkarya efektif dan efisien serta berintraksi sosial dan ekologis atas landasan semangat timbal balik yang saling menguntungkan.
3. Teguh bersatu dalam kemesraan dan mengembangkan diri dalam regenerasi yang berkesinambungan.
Pelajaran dari ciptaan tuhan selain pohon pisang antara lain lebah. Perhatikan dengan seksama bagaimana lebah menjalani hidup sesuai dengan sunatullah. Lebah hidup secara berkelompok. Ini menandakan kehidupan sosial lebah benar2 dijalankan. Bagi manusia hidup sosial dan bermasyarakat merupakan kekuatan yang besar untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam kolektif, lebah memiliki tugas masing2 yang sangat rapi. Lebah betina atau ratu lebah tugasnya bertelur dan menghasilkan madu, lebah jantan mencari makan dan menjaga keselamatan anak2 lebah. Dalam hidup manusia pengaturan atau manajemen hidup menjadi kebutuhan mutlak untuk menyelesaikan segala masalah bersama. Manajemen atau pengaturan merupakan tuntutan kebutuhan modern mengingat semakin kompleknya persoalan hidup. Lebah tidak mengenal salah tugas dan salah delegasi. Ini memang luar biasa. Mereka bekerja disiplin sesuai tugas yang diemban masing2. Dalam mendapatkan makanan, lebah hanya makan yang baik2, yaitu sari pati bunga sebagai bahan memproduksi madu. Ini meggambarkan betapa selektifnya lebah dalam memperoleh makanan.
Bagi manusia jika bisa selektif dalam mendapatkan rezki, maka barokah dan ketenangan jiwa akan diperolehnya.
Berbagai pelajaran dari tumbuhan dan hewan ini sangat berguna bagi kehidupan manusia, bagi orang yang mau berpikir. Berpikirlah lebih luas belajarlah dengan alam semesta dan ambillah setiap pelajaran itu untuk kemanfaatan anda dalam memulai usaha.

by:chanichal

Kamis, 08 Juli 2010

Pendaftaran Prajabatan PNS Kab.Barru 2010

Pendaftaran Prajabatan CPNS Kab.Barru dimulai tanggal 8-14 Juli 2010 di BKD kab.Barru
syarat-syarat/kelengkapan berkas yang harus dipersiapkan sbb:
  1. Foto copy Sk CPNS 3 rangkap
  2. Foto copy ASkes 3 rangkap
  3. Surat Pengantar dari Sekolah
  4. foto 3 x 4 dan 4 x 6 masing-masing 3 lembar (latar biru,pakai kemeja putih lengan panjang dan berdasi )
Atas Perhatiannya Terima Kasih....
By Ichal SmePat Puja

Berpusat Pada Siswa

System pendidikan sekarang harusnya berpusat pada siswa bukan pada guru. Tapi, mudahkah melakukan hal ini? Sepertinya tidak akan semudah itu.

Di masyarakat Jawa pada khususnya, budaya paternalistic masih sangat dominan. Budaya seperti ini, menurut hemat saya, dikarenakan adanya budaya “priyayi” yang merupakan turunan dari masyarakat Jawa jaman dulu. Dalam masyarakat berkultur “priyayi”, ada istilah “sopo ira, sopo ingsun” untuk membatasi ruang gerak seseorang atas orang lain berdasarkan status social kemasyarakatannya. Jika seorang priyayi melakukan sesuatu kepada seseorang yang berstatus social di bawahnya, belum tentu seseorang dengan status social rendah dapat melakukan hal serupa kepada orang dengan status social di atasnya. Dalam piramida status social, priyayi berada di puncaknya.

Karena berada di puncak piramida itulah seorang priyayi haruslah seseorang yang memiliki budi pekerti yang luhur. Setiap gerak – geriknya jangan sampai merusak martabatnya di hadapan orang lain. Saya teringat cerita seorang teman guru senior yang dulu bersekolah di SPG (Sekolah Pendidikan Guru). Kata beliau, beliau pernah ditampar oleh seorang guru SPG-nya hanya karena menjadikan kakinya yang berpijak pada pagar sebagai tumpuan sepeda agar ia bisa mengobrol dengan temannya dari atas sepedanya itu.

Guru, pada jaman itu, biasanya adalah orang – orang dari kalangan priyayi ini. Maka, bukan hanya di lingkungan masyarakat seorang guru itu “kajen” (dihormati) melainkan juga di ruang – ruang kelas. Kondisi ini terus terjadi secara turun – temurun meskipun jaman terus berubah

Ekstrimnya, kondisi ini kemudian melahirkan suatu pemahaman bahwa guru itu banyak tahu. Orang yang paling banyak tahu. Sedangkan murid adalah mereka yang tidak tahu apa – apa. Guru adalah pengisi sedang siswa adalah yang diisi. Dan yang paling parah: apapun yang dikatakan guru, pastilah benar.

Namun, ketika teknologi mempermudah pemindahan informasi dari satu tempat ke tempat yang lain, masih relevankah pemahaman ini? Saya rasa tidak. Bahkan jika seorang guru tidak berupaya untuk menyesuaikan diri dengan jaman, ia bisa jadi kalah pandai dibandingkan murid – muridnya. Banyak guru yang belum bisa mengetik menggunakan office di saat siswa – siswanya telah asyik ber-facebook dan ber-yahoo messenger-an.

Karena itulah memang sudah saatnya untuk mengubah paradigma pendidikan kita. Memperlakukan murid sebagai manusia yang paling tidak bermutu dan membutuhkan seseorang yang paling bermutu (guru) untuk membimbingnya, sudah kadaluarsa. Membanjirnya informasi membuat siswa – siswa kita tidak lagi sepatuh murid – murid jaman dulu. Dulu, guru memukul siswa untuk mendisiplinkannya bukanlah sesuatu yang aneh. Namun sekarang, sang guru bisa diperkarakan.

Selalu mencoba untuk dapat mengejar laju perkembangan teknologi memang harus dilakukan guru. Akan tetapi, meskipun guru tetap lebih tahu daripada murid – muridnya, system pendidikan yang berpusat pada guru sudah tidak layak lagi berlaku.